Site of Aadun Juve

Entries from October 2009

Makharijul Huruf atau Tempat Asal Keluar Huruf

23 October 2009 · Leave a Comment

Setelah tulisan pertama tentang hukum idzhar, kita lanjutkan ke cara membaca huruf atau asal bunyi dari suatu huruf (tempat keluar huruf)…

Sebenarnya makharijul huruf adalah hal pertama yang harus dipelajari dalam pembelajaran membaca al-qur’an dengan baik dan benar.

1. alif: seperti membaca huruf  ’a', ‘i’, ‘u’ biasa.

2. ba: cara membaca huruf ini sama seperti huruf ‘b’.

3. ta: huruf ini dibaca sedikit berbeda dengan huruf ‘t’ karena ketika huruf ini dibaca ada nafas yang keluar atau sedikit terdengar seperti gabungan huruf ‘tc’.huruf ini keluar dari pertemuan ujung lidah dengan gigi seri atas.

4. tsa: tempat keluar huruf ini adalah ujung lidah dengan keempat gigi seri (gigi atas bawah dirapatkan). huruf ini juga ada nafas yang keluar.(lupa bahasa aslinya apa)

5. ja: cara membacanya seperti huruf ‘j’ biasa.

6. ha(tipis): huruf ha setelah ‘ja’ ini berasal dari tenggorokan bagian tengah. jadi huruf ini dibaca tipis seperti orang yang sedang asma.

7. kha: huruf ini bersumber dari tenggorokan bagian teratas atau sekitar pangkal lidah.

8. da: huruf hijaiyah ini dibaca seperti huruf  ’d’ pada huruf latin.

9. dza: tempat keluar huruf ini adalah ujung lidah bertemu dengan gigi seri bagian atas dengan sedikit penekanan. tapi penekanan di sini tidak memantul.

10. ra: cara baca yang sama seperti huruf ‘r’ biasa.

11. za: huruf ‘z’, seperti huruf latin inilah hijaiyah ini dibaca.

12. sa: huruf latin yang dipakai untuk huruf ini adalah huruf ’s’.

13. sya: tempat keluar huruf ini adalah pada bagian tengah dari lidah dan menempel pada langit-langit lidah. jadi ketika huruf hijaiya ini dibaca akan terasa ada huruf ‘y’ latin.

14. sha: sumber dari huruf ini adalah lidah bagian tengah bertemu dengan langit-langit mulut dan seperti tulisannya ada huruf ‘h’, maka ada rasa sedikit ‘h’ ketika membaca huruf ini. kalau saya rasakan, huruf ini ketika dibaca, ujung lidah akan menempel pada ujung gigi seri bawah.

Agar tidak terlalu panjang tulisan ini, maka akan disambung pada lain waktu. jika anda merasa ada yang salah ketika membaca tulisan ini silakan anda berikan kritik dan saran karena kebenaran hanya berasal dari Sang Pencipta, ALLAH tabaraka wata’ala.

Categories: Belajar ngaji
Tagged: , , ,

Tajwid hukum idzhar

20 October 2009 · Leave a Comment

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ *

Al-qur’an adalah kitab yang diturunkan oleh ALLAH ke dunia sebagai petunjuk bagi kita dalam segala sisi kehidupan. ALLAH memberi kita banyak manfaat dari kitab-Nya ini.

Di antara kebaikan yang ALLAH berikan kepada hambanya yang melalui al-Qur’an adalah memberi pahala kepada hamba-Nya yang membaca al-Qur’an. Bahkan ALLAH memberi balasan kebaikan bagi yang belum lancar membaca Qur’an. Kebaikan bagi yang belum lancar saja ada, apatah lagi bagi yang lancar (tartil). Oleh karena itu jangan sampai kita melewatkan satu hari pun tanpa melakukan tilawah (membaca Qur’an).

Berikut ini saya akan memberikan sedikit tulisan mengenai cara membaca al-Qur’an yang baik dan benar (ilmu tajwid). Karena walaupun tidak wajib bagi seluruh muslim untuk menguasai ilmu tajwid tapi wajib hukumnya bagi setiap muslim untuk membaca al-Qur’an dengan baik dan benar.

Pelajaran kita kali ini adalah idzhar halqi. Menurut bahasa, idzhar artinya jelas. Sedangkan menurut istilah, idzhar artinya membaca nun mati atau tanwin tanpa disertai dengungan yang sempurna. Idzhar terjadi apabila nun mati bertemu dengan huruf-huruf yang dibaca di bagian tenggorokan. Terdapat 6 huruf yang diberikan hukum idzhar, huruf-huruf tersebut adalah alif, hamzah, ‘ain, ghoin, ha (tebal), ha (tipis).

Berikut adalah contoh dari idzhar:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهم contoh ini terdapat pada al fatihah ayat 7. terbaca, shiraathalladzina an ‘amta ‘alaihim. Di situ ada pertemuan antara nun mati dengan ‘ain, maka membacanya “n” harus terdengar jelas. Contoh hanya saya berikan satu karena cara membaca idzhar pada tiap huruf adalah sama.

Ada 3 hal yang harus diperhatikan oleh seorang pembaca Qur’an ketika bertemu dengan idzhar, di antaranya tidak boleh memantulkan bacaan nun mati atau tanwin seperti hukum qolqolah, tidak boleh memanjangkan atau memberi dengungan sehingga terdengar lebih dari 1 harokat, dan tidak boleh pula mengambil jeda di antara nun mati atau tanwin dengan idzhar.

Sekian pembahasan tajwid mengenai idzhar kali ini. Insya ALLAH akan diteruskan dengan pembahasan hukum yang lain. Semoga dengan bertambahnya sedikit pengetahuan pada diri kita, akan memacu kita untuk mengetahui yang lain dan dapat memacu kita untuk membaca al-Qur’an dengan lebih baik lagi. Semoga bermanfaat.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

Categories: Uncategorized
Tagged: ,

Gempa Ujung Kulon

20 October 2009 · Leave a Comment

Telah terjadi lagi gempa dalam beberapa bulan terakhir, tepatnya gempa terakhir terjadi pada tanggal 16 Oktober 2009. Gempa terjadi di 40 km dari Ujung Kulon dengan kedalaman 10 km dengan kekuatan 6.4 SR. Gempa ini terasa sampai di beberapa wilayah Jabodetabek. Berita terakhir, tidak ada kerusakan besar seperti yang terjadi di Padang, Jambi, maupun Tasik.

Tampaknya dunia ini makin tidak rata ya???kita harus semakin waspada dan berusaha untuk tidak panik ketika terjadi gempa(walaupun saya juga panik waktu itu, hahaha).

Categories: Uncategorized
Tagged: ,

Gempa di Padang, Jambi, dan Bengkulu

4 October 2009 · Leave a Comment

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un

Gempa berkekuatan 7.6 SR telah terjadi di Padang Sumatera Barat pada tanggal 30 September 2009. tidak lama kemudian pada tanggal 1 Oktober 2009 telah terjadi juga gempa di Jambi dengan kekuatan mencapai 7 SR.

Jadi jangan lupa untuk terus memberikan bantuan kepada dua daerah yang sedang menderita ini. semoga Alloh memberikan kekuatan kepada mereka dan menjadikan mereka termasuk orang-orang yang sabar. amin.

Categories: Uncategorized
Tagged: , ,