Sikap Kita Terhadap Ketentuan ALLAH ‘Azza wa Jalla

Kali ini saya ingin coba menuliskan ulang mengenai takdir dan sikap seorang muslim terhadap takdir. Kewajiban kita yakin terhadap takdir ALLAH terdapat di rukun iman yang ke enam. Penting bagi seorang muslim untuk memiliki keyakinan yang benar terhadap takdir sehingga seorang muslim tidak terjerumus pada prasangka yang buruk terhadap siapapun.

Hal yang harus diyakini oleh setiap muslim adalah ALLAH telah menetapkan semua sebelum kita diciptakan. Jadi ALLAH telah menentukan rejeki, jodoh, amal, ajal, celaka atau bahagia, dan lain-lain. Semua telah ditentukan dari awal hingga akhir dunia (kiamat).

Setelah membaca paragraf kedua bahkan mungkin sebelum melihat tulisan ini kita sering berpikir, buat apa kita berusaha (beramal baik) jika ALLAH telah menentukan segalanya di dalam kehidupan kita(rejeki, amal, ajal, jodoh, bahkan tempatnya di hari akhir)? Apakah kita berhak memilih terhadap sesuatu padahal ALLAH telah menentukan sebelumnya?

Terhadap pertanyaan kedua, ALLAH telah berfirman di dalam surat An-Naba: 39

“ Artinya: Maka barangsiapa menghendaki, maka dia mengambil jalan menuju Rabb-Nya.”

Dan

Surat Al-imran: 152

“artinya: Sebagian dari kamu ada orang yang menghendaki dunia dan sebagian orang dari kamu ada yang menghendaki akhirat.”

Dua dalil di atas menjelaskan bahwa makhluk yang memiliki akal dapat memilih perbuatan yang akan dilakukannya.

Jawaban untuk pertanyaan pertama adalah firman ALLAH subhanahu wa ta’ala di surat Al-insan: 3

“artinya: Sesungguhnya Aku telah memberi petunjuk kepadanya pada jalan (yang benar), maka adakalanya dia bersyukur dan adakalanya dia kufur”

Ayat di atas menunjukkan pada kita bahwa kita telah diberi petunjuk mana yang baik dari berbagai pilihan yang tersedia. Misalkan, ada perkara A yang dapat mendatangkan kebaikan dan perkara B yang juga telah diketahui akan mendatangkan keburukan. Tentu saja kita memilih perkara A yang terdapat kebaikan di dalamnya. Agar kita lebih mengerti permasalahan ini, berikut firman ALLAH di dalam surat Luqman: 34

“Artinya : Setiap diri tidak mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok”

Ayat di atas merupakan isyarat bagi seorang muslim untuk berusaha di dalam kehidupan dunia dan akhiratnya karena sesungguhnya kita tidak akan tahu takdir yang telah ALLAH tetapkan sebelum kita melakukan.

Kesimpulan: Milik ALLAH segala pengetahuan. Yakinlah bahwa ALLAH lah yang telah menetapkan setiap kejadian agar kita dapat menjadi hamba-hamba yang lebih sabar dan kuat. ALLAH memberikan hak untuk memilih kebaikan atau keburukan. Seorang makhluk hanya akan mengetahui takdir yang telah ditetapkan setelah ada kejadian (dilakukan). Tidak dibenarkan untuk berpangku tangan baik dalam urusan dunia dan akhirat sehingga tidak benar pernyataan bahwa ALLAH telah menakdirkan aku berbuat maksiat.

Semoga ALLAH memberi petunjuk dan membuka hati kita untuk menerima petunjuk-Nya.

Semoga tulisan yang saya ringkas dari http://almanhaj.or.id ini mendatangkan manfaat bagi diri saya dan anda yang membacanya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s