Monthly Archives: December 2011

Teori makharijul huruf (lanjutan)

pada tulisan sebelumnya saya telah menuliskan makhroj yang umum. sekarang saya akan jelas tentang makhroj yang khusus yang berjumlah 17.

sebenarnya makhraj yang khusus ini adalah penjabaran dari makhraj umum yang telah disebutkan sebelumnya. jadi makhraj khusus merupakan penjelasan yang lebih detail dari makhraj umum karena makhraj umum hanya memberitahukan tentang tempat keluarnya huruf secara garis besar.

makhroj umum terdiri dari 5 bagian:

1. al- jawfu: makhroj ini hanya menyumbang 1 dari dari 17 makhroj yang khusus. makhroj ini tempatnya ada di rongga mulut dan rongga tenggorokan. dari makhroj ini keluar huruf-huruf alif, dan dua huruf mad yakni ya dan wa. jadi makhraj ini mengeluarkan 3 huruf dan semuanya adalah huruf mad. huruf yang keluar dari rongga mulut biasa kita gunakan jika kita sedang berteriak karena sakit misalnya. karena tidak ada orang yang berteriak ketika sakit menggunakan huruf ba, tsa, apalagi dho….

2. al-halqu: tenggorokan. daerah tenggorokan dibagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu pangkal tenggorokan (jauh dari rongga mulut), tengah tenggorokan, dan tenggorokan atas (dekat dengan rongga mulut). makhroj al halq ini adalah tempat keluarnya semua huruf idzhar.

a. pangkal tenggorokan (jauh): dari makhroj ini keluar huruf ha (besar atau berat) dan hamzah. sebagian dari kaum muslimin sering salah dalam pengucapan huruf ha besar ini. mereka menganggap untuk membedakan dengan ha kecil maka dikeluarkan dari dada. hal ini tentu saja keliru karena tempat keluarnya ha besar adalah di pangkal tenggorokan. ha besar ini cara membacanya seperti pada huruf ha yang biasa kita gunakan sehingga jika dikeluarkan dari dada akan sangat aneh tentunya.

b. tengah tenggorokan: di bagian tengah ini keluar huruf ha kecil (tipis) dan ‘ain. kedua huruf ini berasal dari tengah tenggorokan. kesalahan dari sebagian para pembaca qur’an adalah mengeluarkan ‘ain dari rongga hidung, sehingga ketika hidungnya ditutup dia tidak dapat mengeluarkan huruf ‘ain dengan benar. kesalahan yang sering terjadi juga adalah mengganti huruf ‘ain dengan ngain. tentu saja kesalahan ini cukup fatal karena amat berbeda jauh. 

c. ujung tenggorokan (dekat): dari makhroj ini keluar 2 huruf juga, yakni huruf kha dan ghain. huruf-huruf ini tergolong agak sulit karena masih ada beberapa orang yang pernah saya dengar bacaanya dia salah dalam pengucapannya. huruf-huruf ini jika diucapkan agak terasa ‘kotor’ di tenggorokan. kesalahan yang pernah saya dengar adalah memberikan sifat qolqolah pada huruf ‘ghain terlebih ketika huruf ini terletak pada waqaf (waqof) atau ketika huruf ini memiliki tanda sukun.

 

dari dua makhraj yang telah dituliskan di atas, sudah terdapat 4 makhraj dari 17 yang khusus. dan terdapat 7 huruf dengan satu ada di al-jawfu dan enam ada di al halqu.

semoga tulisan tentang makharijul huruf ini bermanfaat dan semoga Allah ta’ala memberikan kesempatan kepada saya agar dapat meneruskannya…wallahua’lam…

Penduduk ilkom 43 di mata, telinga, hidung, hati, saya…( lanjutan 9)

46. Ineza Febrianty A., Tasum: nah nama kedua ini adalah nama yang sering gw pake setelah suatu kejadian dalam perjalanan pulang dari Bali. dia melakukan tindakan mesum, sehingga gw panggillah dia dengan tante mesum. cewek 1 ini bener-bener paling pede atau narsis karena sering banget ngaku kalo dia itu cantik banget. Tasum juga orang yang enak (mmm) diajak buat bercanda karena dia agak rada-rada. trus lagi karena suatu sebab pulak gw menunjuk dia sebagai selir gw. Sum Sum, lu itu emang deh…

47. Ini Lobo, Iki Lobo: nama yang pertama itu nama terjemahan dari bahasa jawa, nama aslinya yang kedua itu. si maho satu ini tergolong perantau jauh, dari NTT dia. dulu waktu awal kuliah (smt 3-4) dia ini biasa main dengan Yohan, Sponky. dan Lobo ini termasuk salah satu orang beruntung yang pernah hinggap di rumah penulis. Lobo itu gayanya (ngomong) keliatan kaya orang mabok. nih anak juga termasuk ke dalam geng pengebul 43. sepertinya cuma ini yang bisa gw simpulkan tentang pria jawa ini…

48. Irawati, iRa2: adik gw yang beda bapak dan ibu juga beda tempat kelahiran. doi orang padang, jelas banget terlihat dari mukanya (kalo cewek padang kok cakep tapi yang laki subhanallah sekali). kalo dari penerawangan saya selama beberapa taun dengan dia, ira ini tergolong apa ya? (gw malah bingung sendiri) pokoknye yang gw inget, dia ini nyaris ga pernah gw liat pakek rok. terus kalo dia ngomong tuh kaya orang mau nangis gitu. ditambah lagi liat mimik mukanya, kita jadi sedih kalo ngomong ama dia… *untuk Engkept, cemungudh eaaa kaka*

49. Maryam Noviyana Bahi, iyem: bibi yang satu ini ditulis duluan karena gw tulis di hape gw dengan nama bi iyem (ga pakek bi sebenernya). iYem, si heboh yang satu ini gampang banget ketawa dan enak buat banget kayanya buat dibuli. kalo liat dari mukanye, ni anak keturunan indonesia timur, sama kaya provinsi asal dari si Lobo. (lagi) pandangan pertama emang bisa menipu, walopun doi keliatan serem awalnya, tapi ini anak ternyata gitu (gitu gimana? ya itu tadi udah disebut). pesan buat bi iyem, jangan kebanyakan ketawa, bahaya…

50. Ja’far Ashadiq: kalo ga salah inget nama panjang dia itu deh. bocah satu ini punya gaya yang khas banget, hippy. rambut agak gondrong, jenggotan, sepatu buluk, plus ga pakek kaos kaki. yang saya cermati anak ini ga pernah gw liat pakek kaos kaki (mungkin kalo kepepet pakek kali). trus bocah satu ini orangnye ngototan, kalo udah yakin ya udah, makanya suka berdebat doi. trus lagi, info yang gw inget tentang dia adalah sebagai salah satu dari penghuni kosan al-ijah bersama, akbar kecil, windu, haryadi, dan roni…

okeh sekian sampe 50 dulu…ga semua yang lu liat ini bener karena gw jugak ga bener-bener amat…selamat menikmati dan mengenang kembali…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.