Bali in my version (part3)

Hari keempat, 21 April 2010, hari kedua di Bali. Istana Kepresidenan Tampak Siring jadi tujuan pertama tapi karena ada rapat Gubernur, kunjungan ke istana tersebut terpaksa dibatalkan. Komplek istana ini terletak di salah satu pura juga. Di tempat ini terdapat sebuah pemandian umum campur (cewek cowok mandi bersama). Ga  begitu menarik sih di mari mah. Peraturan di tiap pura hampir mirip seperti di masjid, wanita haid dilarang masuk.

Lanjut ke Kintamani. Di sini kita disuguhi pemandangan pegunungan yang beda (beda ga ya???). Gunung Batur yang terakhir kali meletus pada tahun 2000 adalah gunung yang ada di Kintamani. Penjual di sini agak sangat memaksa, apalagi kalau sudah dipegang barang dagangan mereka, jaminan terpaksa membeli deh.

Setelah dari Kintamani ada dua orang yang pengen beli bedcover. Sekalian mampir sholat Juhur. Trus gw mengusulkan pada bocah-bocah buat beli duren. Si Doris memainkan perannya sebagai penawar kejam. Setelah ngerjain si ibu yang jualan akhirnya dapat lah 8 duren dengan harga total 85000. Padahal harga awal kalo ditotal sampe 100000. Emang dah si Doris. Tapi akhirnya gw ga makan tuh duren, untung belum gw bayar.

Perjalanan sesungguhnya kita ke Sanur (yang katanya deket ama hotel). Di sana yang cewek kayanya Cuma sibuk poto. Pria-pria main bola dengan gila dan gak jelas. Yang pasti mata gw kena pasir, muka juga, kuping kena, dan gw makan pula.

Belanja-belinji di toko Krisna. Kalo ga tau mau beli ape di Bali, si Bli Arif menganjurkan untuk belanja di sana. Harga di toko itu sudah tetap, ga pake tawar jadi harga tengah lah, ga mahal dan ga murah amat. Selama di sini gw cuma beli 1 tas anyaman buat perempuan, 1 tas kain buat perempuan juga kayanya, dompet ukiran buat wanita, 2 bungkus kacang disko, 2 kotak brem Bali, dan 1 gantungan kunci. Total semua barang yang gw ambil harganya antara 118.000-120.000. gw ga beli buat gw sendiri karena gw bingung mau beli apa (ga perlu apapun). 1 hal lagi yang bikin gw ga beli adalah karena aku adalah pria yang hemat (kata orang lain pelit). Hehehe…

Trus pulang deh ke rusunawa lagi…

Author: aadunjuve

Irawan semoga jadi orangtua sholeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s