Mad thobi’i atau mad asli

Mohon maaf sebelumnya. Seharusnya pembahasan mad asli atau mad thobi’i menjadi pembahasan mad yang paling awal.

Mad asli atau mad thobi’i atau mad thabi’i  merupakan sebuah hukum tajwid apabila terdapat huruf ا (alif), و (wau), ي (ya) mati atau tidak diberikan tanda baca. Jika terdapat hukum tajwid ini, maka sebuah huruf dibaca 2 (dua) harakat atau 2 ketukan. Misalnya, pada surat Al- ikhlas atau Qulhu. Ayat ke 3 lam yalid walam yuulad. yuulad pada kalimat itu terdapat dua huruf u yang artinya dia berhukum tajwid mad asli. sehingga dibaca dua ketukan. Mad asli atau mad thobi’i adalah mad yang paling sering muncul di dalam al- Qur’an sehingga kita akan segera terbiasa dalam membacanya.

sekian pelajaran mad asli, mad thobi’i, atau mad thabi’i. semoga bermanfaat..

Advertisements

Buku Pandai Membaca dan Menulis Al Qur’an

Bismillah..Alhamdulillah..

Seorang muslim sudah selayaknya bisa membaca Al Qur’an. Alhamdulillah, kini Allah  telah memberi berbagai kemudahan bagi anda yang belum bisa membaca qur’an atau mengaji. Berbagai sarana tersedia mulai dari belajar dengan seorang ustadz, kyai, atau orang yang memahaminya, kini belajar Qur’an pun bisa dilakukan di rumah dengan bantuan internet dan buku Pandai Membaca dan Menulis Al Qur’an (Pandai BTQ) ini.

Buku “Pandai Membaca dan Menulis Al-Qur’an” menjelaskan mulai dari cara membaca hingga penjelasan mengenai ayat-ayat yang dibaca dengan cara khusus. Semua itu dapat ditemukan di dalam buku ini.
Jilid 1 = 29.000
Jilid 2 = 28.500
Jilid 3 = 29.000
Jilid 4 = 28.500
Jilid 5 = 30.500
Jilid 6 = 32.000
Untuk luar pulau Jawa ditambah 3.000

Buku ini insyaa Allah bermanfaat bagi anda yang baru belajar atau hendak mengajari orang lain dalam belajar. Tersaji dengan runtut dan sistematis karena buku ini ditulis oleh seorang doktor yang mengkhususkan diri di dalam ilmu Al Qur’an dan praktisi pendidikan Qur’an. Buku Pandai BTQ juga menyertakan latihan-latihan agar pelajaran yang sudah dilewati semakin kuat menempel di kepala. Walaupun secara khusus buku ini diperuntukkan untuk anak-anak tapi keilmuan yang ada di buku ini insyaa Allah bermanfaat bagi orang dewasa yang baru belajar atau hendak mengajari orang lain dalam belajar.

Jika berminat dan ingin memesan silakan hubungi 085216475603 (sms, call, whatsapp)
Melayani partai besar (diskon menarik) dan eceran ke seluruh Indonesia (tambah ongkir).

terima kasih.

Mad Shilah Sughra (qashirah) dan Kubra (Thawilah)

Mad shilah terbagi dua, yakni mad shilah sughra dan mad shilah thowilah atau thawilah..

1. mad shilah sughra, sughro, sugra, sugro atau qashirah yang dibaca dengan dua harakat atau sekitar dua ketukan. perhatikan gambar di bawah ini agar lebih jelas!

baqarah_26

Tanda berupa lingkaran merah menunjukkan mad sughro yang dibaca kira-kira seperti ini “wayahdii bihii katsiiraa”.. Penggunaan huruf “i” sebanyak dua kali menunjukkan bahwa di situ terdapat hukum bacaan yakni mad shilah sughra.

2. Mad Shilah thawilah atau mad shilah kubro memiliki hukum bacaan dibaca panjang sebanyak 5 harakat atau 5 ketukan ditahan. Contohnya bisa diperhatikan pada ayat yang sama seperti di atas yaitu surat Al-Baqarah ayat 26 yang diberi lingkaran merah.

baqarah_26

Tanda lingkaran merah agak bergeser sedikit ke kiri pada bacaan “wa maa yudhillu bihiiiii illaa”.. Saya tuliskan huruf “i” sebanyak lima kali menandakan bahwa bihi harus ditahan selama 5 harakat pada huruf hi.. Agar dapat dibedakan dengan mad shilah sughra, pada mad shilah kubra atau thawilah terdapat lengkungan agak panjang yang tampak seperti bendera.. Tanda ini menjadi petunjuk bahwa hukum bacaan yang berlaku adalah mad shilah kubra atau thawilah dengan 5 harakat..

Jadi perbedaan antara mad silah sughra dan mad silah kubro hanya terletak pada panjang harakatnya. Jika mad silah sughra atau mad shilah qashirah ditahan selama 2 ketukan sedangkan mad silah kubra atau mad silah thawilah ditahan selama 5 ketukan.

Catatan: tulisan qur’an yang saya cantumkan di atas adalah qur’an cetakan Saudi Arabia jadi terdapat sedikit perbedaan pada tulisannya walaupun hukum bacaan tetap sama.

Semoga bermanfaat, wallahua’lam…