Calciopoli atau Farsopoli?

Tulisan ini hanya menyalin dari twitter seorang Juventini dari Indonesia dengan akun @dwicarta..

 

Setelah ngomong2 calcioscommesse, sedikit banyak kita Juventini pasti keinget lagi sm farsopoli.

Apa itu farsopoli? Org2 memanggilnya calciopoli tp buat g itu hanyalah farce, suatu pengada2an, mknya bbrp org Italia menyebutnya farsopoli.

Mengapa demikian? Bbrp twit ke dpn ini hanya lah pendapat pribadi yg disimpulkan sendiri berdasarkan fakta2 yg ada jd jgn dijadikan patokan.

Di dunia bisnis dan politik, pengaruh koneksi adalah sangat besar manfaatnya. Semakin besar koneksinya, maka semakin besar pula pengaruhnya. Di masa Gianni Agnelli, tidak ada figur di sepakbola Italia yg lebih “besar” dari Il Avvocato. Memang Moratti dgn perusahaan minyaknya, Saras, cukup berpengaruh ttp dia hampir 25 tahun lbh muda shg pengaruhnya tetap tdk seluas Agnelli. Berlusconi yg “hanya” 15 thn lbh muda dr Agnelli jg punya pengaruh yg luas dgn kerajaan medianya tp kembali lg, belum seluas Gianni Agnelli.

Saat Il Avvocato meninggal dunia thn 2003, Juve kehilangan pendukung no.1 nya ttp masih ada sang adik, Umberto Agnelli yg cukup berpengaruh. Sayang, hanya berselang setahun, tepatnya di 2004, Umberto jg meninggalkan kita.

Nah, dgn Juve ditinggal dua org kuatnya, moratti yg sdh lelah kalah setiap tahun melihat kesempatan & langsung menggebrak di tahun yg sama. Di tahun 2004 itu pula dia sudah melakukan aduan ke FIGC bhw Juve terlibat dalam pengaturan skor dgn cara mempengaruhi wasit. Namun di tahun itu, aduannya belum mempunyai bukti yg cukup dan FIGC menolak tuduhan tersebut.  Marco Tronchetti Provera, yg saat itu menduduki posisi chairman di Telekom Italia pun, bekerja lebih keras. “Bukti2” (yg telah dipilah2) akhirnya berhasil disusun oleh Tronchetti Provera dan di tahun 2006, serangan ke-2 pun dilancarkan.

Di tahun 2006, Italia sdg mempersiapkan diri menghadapi PD dan FIGC digencet dari berbagai sisi:

1. Oleh merda, yg memberikan bukti2 (yg saat itu) bhw moggi & co mempunyai hubungan khusus dgn wasit;

2. Oleh UEFA, yg mendesak FIGC mengambil keputusan sebelum musim CL dan EL dimulai.

Digencet dari berbagai sisi, FIGC mengambil keputusan yg luar biasa: Menunjuk Guido Rossi sbg commisioner khusus dlm menghadapi farsopoli. Siapakah Guido Rossi? Dia adalah seorang lawyer yg jg adalah salah satu mantan DIREKTUR MERDA. Guido Rossi inilah yg kemudian, sbg kepala dr FIGC yg telah disusupi org2 merda, menjatuhkan hukuman turun kasta kpd Juve.

Segera stlh menjatuhkan hukuman, Guido Rossi mundur dari jabatannya di FIGC DAN Tronchetti Provera pun mundur dari Telecom Italia. Lalu kemana Guido Rossi pergi? Yup, menggantikan Tronchetti Provera sbg chairman Telecom Italia. Luar biasa.

Nah, taukah anda siapa mayor dari kota Milan di tahun 2006 tsb? Tdk lain daripada Letizia Moratti, adik ipar massimo moratti. Jadi bisa dilihat sebrp besar pengaruh moratti saat itu di Italia. Pny perusahaan minyak, teman di Telecom, adik ipar mayor Milan. Mantab! Berlusconi pun masa itu sedang tidak menjadi PM Italia. Tentu hanya masalah “kecil” dlm menghadapi FIGC dan anak baru Elkann di Juve. Walaupun Exor adalah perusahaan super kaya raya, Elkann yg 30 tahun lbh muda dari moratti kalah jauh dari sisi pengaruh dan pengalaman.

Namun, entah krn strategi atau kebetulan belaka, Guido Rossi hanya bertahan setahun di Telecom Italia dan pindah ke… FIAT!!! Disinilah penyelidikan lanjutan farsopoli mulai maju dan membuahkan hasil saat Palazzi mengumumkan penemuannya di tahun 2011. Ternyata, merda dan Milan melakukan pelanggaran yg jauh lebih berat dari Juve! Dengan hasil laporan Palazzi ini, kl Juve harus ke Serie B, maka merda dan Milan harusnya turun ke Serie D!!! Sayang, secara “kebetulan” laporan Palazzi ini dikeluarkan segera SETELAH statute of limitation kasus farsopoli ini berakhir.

Statute of limitation adl waktu max yg diperbolehkan oleh pengadilan Italia utk melakukan banding thd keputusan yg tlh diberikan pengadilan. Namun, terlalu kebetulan sekali kalau laporan Palazzi ini keluar pas setelah statute of limitation lewat.

Kebetulan yg lain: Penyelidikan thd rekaman telepon maju stl Guido Rossi keluar dari Telecom Italia. Stl dia keluar, mulailah ditemukan rekaman telepon merda, milan, dll di kurun waktu yg sama dgn rekaman telp moggi dkk. Dgn jml jutaan (mgkn lebih), adalah sesuatu yg hampir mustahil utk secara kebetulan “hanya” menemukan rekaman telp moggi dkk. Aneh bukan?

Stl semua bukti keluar dan ternyata merda dan milan melakukan pelanggaran lebih berat, tetap FIGC tdk bisa apa2. Mengapa? Karena massimo moratti dan marco tronchetti provera (pemilik pirelli, perusahaan ban besar Italia yg diwariskan kpdnya oleh ayah mertua) adalah dua orang yg sangat berpengaruh di italia. Berlusconi pun adl mantan PM yg tentu pengaruhnya sangat luas. Ketiga orang kawakan ini punya pengalaman 30-40 tahun diatas Elkann dan Andrea Agnelli. Belum lagi pengaruhnya yg sudah mengakar ke banyak instansi2.

Memang, akan ada saat Elkann dan Agnelli akan mengambil alih sbg org2 paling berpengaruh tp kita masih harus menunggu moratti, tronchetti provera dan berlusconi sdh tdk aktif lg di dunia sepakbola italia. 5thn? 10thn? Entahlah tp masa itu akan tiba.

Sekarang? Jgn heran banyak angin kencang menerpa krn mgkn ini adl masa2 puncak tertinggi moratti (67thn), tronchetti provera (64) dan berlusconi (75) berkuasa sebelum mulai memasuki masa/grafik penurunan pengaruh/kekuasaan.

Nah, sekali lagi ini hanya pendapat pribadi, yg didasarkan pd fakta2 bahwa:

1. Farsopoli terjadi berdasarkan bukti2 saat seorang merda Tronchetti Provera berkuasa di Telecom Italia.

2. Pemimpin FIGC yg menjatuhkan hukuman ke Juve, Guido Rossi, adl mantan direktur merda.

3. Segera stl menjatuhkan hukuman, Guido Rossi dan Tronchetti Provera mundur dari jabatan masing2 di tahun yg sama.

4. Gugatan farsopoli oleh moratti dilancarkan segera setelah Gianni dan Umberto Agnelli meninggal.

5. Mnrt logika, hampir tdk mungkin secara kebetulan hanya muncul percakapan telepon moggi dkk dr jutaan rekaman yg ada kec. ada “pemilahan”.

6. Secara kebetulan, laporan Palazzi keluar segera SETELAH statute of limitation habis.

Tentu masing2 pribadi dapat menafsirkan fakta2 ini secara berbeda tp buat g, terus terang fakta2 ini terlalu jelas. silakan memutuskan sendiri setelah membaca/mengetahui fakta2 ini. Forza Juve!!!

Nah sedikit pendapat lagi. Mengapa FIGC ngotot tidak mau mengakui kesalahannya dalam mengambil keputusan thn 2006? Krn selain pengembalian dua scudetti, Juve jg menuntut ganti rugi finansial yg cukup besar dan mnrt g, FIGC simply don’t have the money. Dgn mengembalikan kedua scudetti tsb, otomatis FIGC mengakui kesalahan dan harus mengganti rugi.

Disinilah kmd muncul political round table, dimana FIGC mengundang Juve, Merda dan klub2 lain yg terlibat utk duduk bersama. Mereka mengharapkan terjadi negosiasi dan tercapai suatu kesepakatan, terutama antara Juve dan merda, dan yg paling penting FIGC ingin terhindar dari tuntutan pembayaran ganti rugi finansial. 

Nah, demikianlah menurut g. Mdh2an twit2 yg sdh kepanjangan ini membantu para pembaca mengetahui fakta2 yg lbh banyak mengenai farsopoli dan dapat berdiskusi dan mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan fakta2 yang ada.  Sekali lagi, g tdk mendengungkan adanya konspirasi ttp hanyalah membentuk suatu kerangka berdasarkan fakta2 yg ada.

Bgm ke depan? Melihat masih kuatnya moratti-tronchetti provera-berlusconi, g menduga Juve yg mulai berada di atas tdk akan berhenti diterpa angin kencang. Sedikit sj celah, para musuh akan mencoba memanfaatkan. 

Jadi buat Juventini sejati, meraih scudetto ini tdk berarti semua akan lbh gampang. Sebaliknya, gangguan akan makin kencang jd sebagai Juventini di seluruh pelosok tanah air, kita harus bersatu, tdk mudah terprovokasi, dan berlaku lbh bijak dlm menghadapi fans2 musuh kita. Tidak gampang memang, tapi kita harus bisa demi Juve!!

Juve adalah storia di un grande amore bagi kita, dan buat Juventini sejati, a gentleman never leaves his lady. Jadi sekali lagi, apapun yg terjadi: Ieri… Oggi… Domani… Sempre Juve!!!

Author: aadunjuve

Irawan semoga jadi orangtua sholeh

1 thought on “Calciopoli atau Farsopoli?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s